Rancang Pabrik Metanol Bebas Karbon, Mahasiswa Prodi CFP CIT Raih Juara 1 pada REACTION 2025

January 05, 2026

Mahasiswa Program Studi Chemical and Food Processing (CFP) angkatan 2022 Calvin Institute of Technology berhasil meraih juara pertama dalam Refinery Engineering Annual Competition (REACTION) 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu.

REACTION 2025 merupakan bagian dari rangkaian DERRICK 2025, sebuah kompetisi minyak dan gas tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik Indonesia maupun Asia Tenggara. Dalam kategori perancangan pabrik, peserta ditantang untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan proses rendah karbon serta berfokus pada pemanfaatan energi terbarukan. Pada tahap final, perancangan yang diajukan mahasiswa CFP CIT berhasil unggul atas tim finalis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Malang, dan Syiah Kuala University.

Tim GAP234, yang terdiri dari Graceela Desca Chenady, Abraham Noverianto Sugio, dan Peter Davey Candra, mengikuti kompetisi ini atas rekomendasi dosen pembimbing dalam mata kuliah Perancangan Evaluasi Proses (PEP), yang dikenal sebagai mini capstone di program CFP. Topik perancangan yang mereka kerjakan di kelas kemudian dikembangkan lebih lanjut untuk mengikuti cabang Plant Design yang mengusung tema “Innovative and Sustainable Plant Design for Future Energy and Chemical Transformation.” Keputusan mengikuti kompetisi ini diambil dalam waktu yang relatif singkat, menyusul saran dosen pembimbing agar mereka tetap mencoba walaupun tenggat pengumpulan abstrak sudah sangat dekat.

Dalam kompetisi ini, Tim GAP234 merancang pabrik metanol rendah karbon dengan memanfaatkan Liquid Direct Air Capture (LDAC) untuk menangkap karbon dioksida langsung dari udara serta Alkaline Electrolyzer untuk menghasilkan hidrogen melalui proses elektrolisis air. Pendekatan ini berbeda dari pabrik metanol konvensional di Indonesia yang umumnya masih bergantung pada batu bara atau gas alam sebagai bahan baku utama.

Simulasi Sintesis Metanol dengan Aspen Plus V15.
(Sumber: Graceela Desca).

Topik tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan metanol nasional yang hingga kini belum terpenuhi. Tahun ini, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 40% kebutuhan metanol domestik, sementara sisanya masih bergantung pada impor. Selain itu, proses produksi metanol konvensional menghasilkan emisi karbon yang tinggi dan tidak sejalan dengan target net zero emission Indonesia pada tahun 2060. Berdasarkan hasil simulasi, rancangan pabrik yang dikembangkan berpotensi memenuhi hingga 70% kebutuhan metanol domestik dengan emisi karbon proses yang sangat rendah, mendekati nol. Capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan pabrik konvensional yang menghasilkan 2–3 ton per ton metanol.

​​Sebagai mahasiswa tingkat akhir, para peserta menghadapi sejumlah kendala selama kompetisi terutama karena harus menjalani penelitian akhir secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat proses pengumpulan data dan pengembangan desain berlangsung dalam kondisi jadwal yang padat dan cukup hectic. Di tengah intensitas tersebut, kondisi kesehatan yang sempat menurun juga menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, seluruh tahapan kompetisi tetap dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut Graceela, kunci keberhasilan tim terletak pada totalitas dan komitmen penuh dalam mengikuti kompetisi. Hal tersebut juga menjadi pesannya bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti lomba serupa. “Harus taruh hati ke dalam lomba itu. Walaupun kamu sibuk, kamu harus put all your heart seakan-akan ini anak kamu dan besarin sampai benar-benar jadi mantap,” ujarnya.

Ke depannya, rancangan pabrik metanol ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan direalisasikan di Indonesia pada periode 2045–2050. Meskipun saat ini biaya produksinya masih lebih tinggi dibandingkan pabrik konvensional, perkembangan teknologi serta penerapan kebijakan pajak karbon dinilai dapat membuka peluang penerapan desain ini sebagai solusi berkelanjutan bagi industri energi nasional.

Soli Deo Gloria.

RELATED POSTS