CIT Logo White
2

RECTORATE

Pdt. David Tong, B.Sc., M.A.R., Ph.D.

Rector

Ph.D., University of Connecticut, 2010
M.A.R., Westminster Theological Seminary, 2010
B.Sc., Calvin College, 1999

Pdt. David Tong, B.Sc., M.A.R., Ph.D. memperoleh gelar doktor dalam bidang Fisika Eksperimentalis dari University of Connecticut di tahun 2010 dengan disertasi berjudul “Long-Range Interactions in an Ultracold Rubidium Gas.” Sebelumnya ia memperoleh gelar magister dalam bidang Studi Theologia dari Westminster Theological Seminary di tahun 2010 dan gelar sarjana dalam bidang Fisika, Matematika, Ilmu Komputer, dan Filsafat dari Calvin College di tahun 1999. Saat ini Pdt. David sedang menyelesaikan program doktoral dalam bidang Apologetika dari Westminster Theological Seminary dengan riset disertasi berjudul “Thomas F. Torrance’s Realist Epistemology: A Van Tilian Assessment.”

Selain sebagai rektor Calvin Institute of Technology, Pdt. David memiliki beberapa jabatan berbeda dalam Sinode Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII): penatua pendeta (ditahbiskan di tahun 2016), gembala sidang GRII Karawaci (Januari 2019 – Agustus 2022), anggota Dewan Pengawas Doktrin Sinode GRII (2016-Agustus 2022), dan anggota Dewan Konsistori Sinode GRII (2016-Agustus 2022).

Pdt. David memiliki jangkauan studi interdisipliner yang luas yaitu teologia, filsafat, sejarah, seni, sains, khususnya fisika, dan teknologi. Minat penelitiannya berada di topik-topik seputar epistemologi reformed, apologetika presuposisional, worldview reformed, kaitan iman reformed dan ilmu pengetahuan, pengaruh doktrin dan teologi terhadap perkembangan universitas dan ilmu pengetahuan modern, dan lain sebagainya. Beberapa artikel yang pernah dituliskan antara lain, “Karl Barth’s Soteriology,” “Federal Vision, Karl Barth, and Monocovenantalism,” “Christian Theistic Criticism of Science,” “Science: A DooyeweerIan Perspective,” “Calvin, Reformed Orthodoxy, and Natural Theology: Evaluating Van Til’s Consistency with Calvin and the Reformed Tradition,” “God and Quantum Physics,” “The Relationship between Christianity and Science: A Brief Historical Study on Darwinism and the Old Princeton Theologians,” dan “The Relationship between Christianity and Science: A Brief Historical Study on Darwinism and the Dutch Neo-Calvinist Theologians.”

Pdt. David berdoa agar melalui Calvin Institute of Technology, Tuhan bangkitkan generasi muda Kristen yang berakar pada Firman Tuhan, berwawasan luas, berpikiran kritis, demi menjawab panggilan Tuhan menghadapi dunia.

Agung Bayu Waluyo, S.Si., M.Si., Ph.D.

Vice Rector of Academic Affairs

Ph.D., The George Washington University, 2006
M.Si., Universitas Indonesia, 1997
S.Si., Universitas Indonesia, 1994

Agung Bayu Waluyo, S.Si., M.Si., Ph.D. adalah Wakil Rektor I bidang Akademik di Calvin Institute of Technology. Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang Theoretical Nuclear Physics dari The George Washington University di tahun 2006 dengan judul disertasi “Baryon Excitation through Meson Hadro- and Photoproduction in a Coupled-Channels Framework”. Sebelumnya ia mendapatkan gelar magister dan sarjana dalam bidang Fisika Teori dari Universitas Indonesia di tahun 1997 dan 1994. Dr. Agung pernah menjadi Kepala Program Studi Nutrition and Food Technology, Universitas Surya dan merupakan pendiri Entrepreneurship Lab Indonesia yang berdiri di tahun 2014.

Dr. Agung adalah penerima penghargaan Craig Futterman Prize for Exemplary Teaching on Part of a Graduate Student, 2003, Francisco Prats Memorial Prize for Outstanding Research in Theoretical Physics, 1999, Research Assistantship ketiganya dari The George Washington University, 1997-2005, dan University Research for Graduate Education (URGE) Scholarship from the World Bank (1996-1997).

Dr. Agung memiliki minat penelitian dalam Baryon Resonance Analysis, Chiral-Perturbation Theory, dan Quantum Computing and Simulation. Ia memulai penelitiannya bersama dengan the Center for Nuclear Studies di The George Washington University dan bergabung dengan the Baryon Resonance Analysis Group kemudian. Ia gemar membaca buku-buku teologia, mendengarkan musik klasik dan country, bermain gitar, dan belajar tentang sejarah dan seni.

Dr. Agung berdoa agar ada banyak mahasiswa Calvin Institute of Technology diberi anugerah untuk memahami panggilannya sebagai anak Tuhan dan memaksimalkan talenta yang dimilikinya untuk akhirnya memuliakan Tuhan disetiap garis perjuangan hidup mereka masing-masing.

Martin Tjahjono, S.T., M.Sc., Ph.D.

Vice Rector of Non-Academic Affairs

Ph.D., National University of Singapore, 2007
M.Sc., National University of Singapore, 2002
S.Si., Universitas Surabaya, 1998

Martin Tjahjono, S.T., M.Sc., Ph.D. adalah Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik di Calvin Institute of Technology. Ia adalah penerima dari berbagai beasiswa prestigius termasuk Singapore Millennium Foundation dan President Scholarship di Singapura. Gelar doktor dan magisternya dalam bidang Teknik Kimia didapatnya dari National University of Singapore masing-masing di tahun 2002 dan 2007 dengan pengalaman kerja profesional dengan lembaga riset di Singapura dan Indonesia. Sementara itu gelar sarjana Teknik Kimia diraihnya dari Universitas Surabaya di tahun 1998. Dr. Martin pernah menjadi peneliti aktif di A*STAR (Agency for Science, Technology and Research) Institute of Chemical and Engineering Sciences di Singapore.

Sebelum bergabung dengan Calvin Institute of Technology, Dr. Martin adalah pemangku jabatan Pelaksana Rektor di Universitas Surya, Wakil Rektor bidang Akademik, dan pemimpin dari empat program studi di Universitas Surya. Kemudian Ia menjabat sebagai Chief Academic Officer di HarukaEdu. Sebagai seorang peneliti yang aktif Ia berharap untuk dapat menanamkan prinsip penelitian dan praktik akademik terbaik kepada murid-muridnya. Pada saat yang sama, sebagai seorang pendidik yang handal dan pemerhati teknologi pendidikan di tanah air, Dr. Martin berharap dapat mendidik murid-murid Calvin Institute of Technology dengan perkembangan terkini di bidang sains dan teknologi, tanpa menanggalkan integrasi dari iman Kristen Reformed di bidang yang mereka tekuni.