Calvin Discovery dan Open House 2026: Youth for Shalom

August 30, 2026

Jakarta, 29 Agustus 2026 – CIT kembali menyelenggarakan Calvin Discovery dan Open House 2026 sebagai ruang bagi calon mahasiswa, orang tua, dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan program pendidikan di CIT. Event ini berlangsung selama tiga gelombang, yaitu 13–15, 20–21, dan 27–29 Agustus 2026. Sesi pada 15 dan 29 Agustus dibuka untuk publik, sementara tanggal lainnya menghadirkan sesi khusus bagi kunjungan siswa dari berbagai sekolah.

Salah satu agenda dalam rangkaian acara ini adalah sesi Calvin Discovery yang dibawakan langsung oleh Pdt. David Tong, Ph.D., Ph.D. Dalam pemaparannya, beliau mengeksplorasi integrasi antara iman dan ilmu pengetahuan melalui serangkaian demonstrasi, dari berbagai sudut pandang, baik filsafat, sains, maupun teologi. Pendekatan ini mencerminkan komitmen CIT sebagai perguruan tinggi Kristen yang mengedepankan keunggulan akademis di berbagai program studinya, tanpa mengompromikan iman.

“Saya percaya di antara Anda juga akan ada orang-orang yang mencintai Tuhan dan akan dipakai Tuhan untuk memajukan ilmu pengetahuan,” ujar Pdt. David Tong, Ph.D., Ph.D.

Membuka Akses Lebih Dekat kepada Publik dan Calon Mahasiswa
Bagian utama dari rangkaian acara ini adalah Study Programs Showcase dari 10 program studi di CIT, antara lain  IT and Big Data Analytics (IBDA), Computer and Data Science (CDS), Intelligent robotic and electronic systems (IRES), Chemical and Food Processing (CFP), Biomedical Science (BMS), Computational Biology (CBIO), Smart Construction and Civil Engineering (SCCE), Architecture and Sustainable Design (ASD), Digital Business and Innovation (DBI), serta Entrepreneurship Management and Innovation (EMI). Konsep rangkaian showcase ini dirancang agar pengunjung tidak sekadar mendengarkan teori, tetapi terlibat langsung dalam aktivitas interaktif untuk memahami gambaran nyata dunia perkuliahan dan prospek karier di tiap jurusan.

Pada booth BMS misalnya, pengunjung diajak memahami konsep genetic engineering dengan mencoba peragaan edukatif DNA Fixer Upper untuk memasangkan susunan rantai DNA yang kompleks. Sementara itu, program studi CFP memamerkan aplikasi ilmu teknik kimia yang dapat diterapkan secara luas—mulai dari bidang pangan seperti proses pembuatan kopi, water management, pengelolaan energi, hingga integrasi analisis ekonominya. Di sektor rancang bangun, ASD dan SCCE menyajikan kolaborasi pemodelan digital arsitektur berkelanjutan serta aplikasi smart construction untuk infrastruktur fisik masa depan.

Mengenalkan peran AI dalam Pendidikan
CIT memandang AI bukan sekadar tren teknologi masa kini, melainkan elemen transformatif yang wajib dikuasai generasi muda. Kehadiran AI di CIT terintegrasi secara konkret di berbagai bidang studi. Program studi IT and BIg Data Analytics (IBDA) menampilkan karya mahasiswa dalam pemanfaatan AI untuk visualisasi sketsa arsitektur, object detection, hingga pengembangan AI Chatbot berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang terhubung langsung dengan basis data materi spesifik.

Selain itu peragaan dari program studi Intelligent Robotics and Electronic Systems (IRES) juga memperlihatkan bagaimana AI berperan sebagai “otak” penggerak perangkat keras (hardware). Pengunjung disuguhkan aksi robot Rubik’s Cube Solver yang mampu menyelesaikan acakan rubik secara otomatis, robot anjing (PiDog) yang merespons interaksi fisik manusia, serta penerapan model AI pada sistem Smart Campus Monitoring dan Smart Parking.

Peran AI yang meningkat seringkali memicu kekhawatiran terkait posisi tenaga kerja manusia. Namun, CIT melihat perkembangan tersebut dari perspektif yang lebih luas, di mana AI dapat menjadi teknologi yang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus membuka peluang bagi munculnya bidang dan industri baru.

“Mungkin apa yang dulu diperlukan tim besar dengan berbulan-bulan pekerjaan, sekarang bisa dilakukan dengan satu-dua orang saja dalam seminggu atau dua minggu,” jelas Pak Hendrik Santoso Sugiarto, B.Sc. (Hons.), Ph.D. selaku ketua program studi IBDA.

Beliau juga menambahkan, “AI itu tidak menggantikan, cuma menunjang. Bahkan bisa dibilang hal-hal yang dulu belum ada pekerjaannya, dengan adanya AI itu bakal muncul ke depannya.”

Sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada teknologi, CIT terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembang inovasi yang bertanggungjawab. Melalui semangat Technology for Shalom, penguasaan AI dan teknologi terapan di CIT diarahkan sepenuhnya untuk kebaikan masyarakat luas.

Kegiatan Calvin Discovery dan Open House 2026 telah membuka ruang pertemuan dan kesempatan untuk menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat dipelajari, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk memberikan dampak bagi masyarakat luas. CIT menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memiliki iman yang menjadi landasan dalam menggunakan pengetahuan dan teknologi untuk membawa dampak positif bagi dunia.

 

Soli Deo Gloria.

RELATED POSTS