Foto bersama perwakilan dalam prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan kampus baru Calvin Institute of Technology (CIT) di BSD City, Jumat (7/8/2026). Tampak hadir Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong (Founder CIT dan Principal Architect Pembangunan), Pdt. David Tong, Ph.D, Ph.D., (Rektor CIT), Pnt. Wiyogo Jayalie (Ketua YPTRI), Pnt. Johan Murjanto (Koordinator Dewan Konsistori GRII dan Ketua Pembangunan), Pnt. Puji Ko (Wakil Ketua YPTRI 2016–2026, Anggota YPTRI, dan Wakil Ketua Pembangunan), Pnt. Ir. Hendy Surjanto (Penunjang Visi CIT, Ketua TAK GRII, dan Pembina Klinik Samaritan), Pdt. Benyamin Intan (Ketua YPTRI 2016–2026 dan Pengawas YPTRI), Pdt. Antonius Un (Ketua Badan Pengawas Harian GRII dan Pengawas YPTRI), Pdt. Jimmy Pardede (Pengawas YPTRI), Pnt. Wijaya Subekti (Ketua STEMI), Pnt. Very Suryanto (Ketua Galeria Sophilia), dan Pdt. Ivan Kristiono (Anggota Dewan Konsistori GRII, Wakil Gembala GRII Pusat, dan Koordinator Sekolah Kristen Calvin).
Tangerang Selatan — Calvin Institute of Technology (CIT) resmi memulai pembangunan kampus barunya di BSD City melalui acara groundbreaking yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, Pk. 15.00 WIB. Kampus yang dibangun di atas lahan seluas 44.000 meter persegi ini ditargetkan rampung dalam 2,5 tahun dan mulai beroperasi pada Juni 2029.
Pembangunan ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang CIT untuk bertransformasi dari institut menjadi universitas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kampus berbasis riset dan teknologi di Indonesia.
Perjalanan Panjang Menuju Peletakan Batu Pertama
Ketua Panitia Pembangunan CIT, Pnt. Johan Purjanto, yang juga menjabat sebagai Koordinator Dewan Konsistori GRII, mengungkapkan bahwa proses menuju groundbreaking ini merupakan perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan.
“Ini pergumulan yang sangat panjang. Lahan seluas 4,4 hektar ini kami beli pada 2018, kemudian melalui dua kali proses desain. Desain pertama pada 2019-2020 yang akhirnya harus diperkecil 35 persen, lalu design kedua pada 2021-2024, sebelum akhirnya PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) resmi kami terima pada 10 Juli 2026, bertepatan dengan hari kelahiran John Calvin dan hari ulang tahun pernikahan Pdt. Stephen Tong,” ujar Johan Purjanto.
Ia menambahkan bahwa setelah PBG diterima secara fisik pada 23 Juli 2026, panitia bergerak cepat untuk segera menyelenggarakan groundbreaking pada 7 Agustus 2026. Kontraktor terpilih akan mengerjakan pondasi bangunan dalam waktu enam bulan, sebelum pembangunan fisik ke atas dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan rampung pada 2029.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh konsultan dan kontraktor yang telah bekerja sama dengan baik, dan kami berharap kerjasama ini terus berjalan lancar, karena ini adalah pekerjaan yang mulia untuk Tuhan, sesama, dan juga untuk kemajuan bangsa,” tambahnya.
Tiga Konsep Utama: AI, Smart, dan Green Campus
Kampus baru CIT dirancang mengusung tiga konsep sekaligus. Pertama, sebagai AI Campus, kecerdasan artifisial diintegrasikan ke dalam pembelajaran, penelitian, dan layanan akademik. Melalui Calvin Research Center dan Student Research Fellowship, mahasiswa dilibatkan dalam riset bersama dosen dan mitra industri sejak semester pertama, dengan tujuan mencetak pencipta teknologi, bukan sekadar penggunanya.
Kedua, sebagai Smart Campus, kampus ini memanfaatkan Internet of Things dan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, kolaboratif, dan adaptif. Seluruh area kampus dirancang sebagai living laboratory, tempat mahasiswa bisa langsung mengembangkan, menguji, dan mengimplementasikan berbagai inovasi dalam kehidupan sehari-hari di kampus.
Ketiga, sebagai Green Campus, CIT menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui efisiensi energi, pengelolaan air, dan penyediaan ruang terbuka hijau, mencerminkan komitmen kampus dalam mengelola lingkungan secara bertanggung jawab seiring dengan pengembangan teknologi.
Rektor CIT, Pdt. David Tong, Ph.D., menjelaskan bahwa ketiga konsep ini lahir dari keyakinan bahwa anak-anak Tuhan seharusnya tidak antipati terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan menjadi pelaku aktif di dalamnya.
“Mereka yang mencintai Tuhan akan mencintai juga dunia yang diciptakan-Nya. Mereka yang mencintai Tuhan akan mencintai pekerjaan tangan Tuhan. Karena itu, kami tidak mau berkompromi baik dalam keunggulan akademis maupun dalam iman. Kami mengharapkan justru anak-anak Tuhanlah yang berjuang untuk kemajuan sains dan AI ini,” ujar Pdt. David Tong, Ph.D., Ph.D.
Fasilitas Skala Besar
Dengan luas bangunan lebih dari 108.000 meter persegi, kampus ini dirancang untuk menampung lebih dari 8.000 mahasiswa. Berbagai fasilitas penunjang pendidikan turut disiapkan, mulai dari asrama (dormitory) yang mampu menampung lebih dari 3.000 mahasiswa, dining hall berkapasitas lebih dari 3.000 orang, hingga perpustakaan dengan koleksi lebih dari 100.000 buku. Kampus ini juga akan dilengkapi aula berkapasitas lebih dari 3.000 tempat duduk, smart classrooms, serta laboratorium pengajaran dan riset untuk mendukung kegiatan akademik mahasiswa.
Komitmen di Balik Pembangunan
Rektor CIT, Pdt. David Tong, Ph.D., menegaskan bahwa pembangunan kampus ini bukan sekadar soal fasilitas modern, melainkan wujud komitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan AI, yang paling dibutuhkan adalah pengembang ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab secara moral dan spiritual dalam memanfaatkan teknologi. Senada, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Reformasi Injili (YPTRI), Wiyogo Jayalie, menyebut pembangunan ini sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi pemimpin Indonesia melalui ilmu pengetahuan, karakter, dan inovasi.
Pesan Pendiri CIT
Pendiri CIT, Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong, turut menyampaikan pesan dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa visi berdirinya CIT adalah untuk mencetak lulusan yang takut akan Tuhan dan hidup suci, agar dapat memimpin serta memberi pengaruh positif bagi masyarakat luas.
“Kalau murid-murid CIT takut Tuhan, mengenal kesuciannya, menjauhkan diri dari segala perbuatan dosa, murid kita akan memimpin dunia, murid kita akan mempengaruhi seluruh masyarakat. Itulah sebabnya CIT didirikan.” ujarnya.
Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong juga menegaskan bahwa CIT merupakan hasil perjuangan seumur hidupnya yang tidak pernah menyerah.
“Saya berkata, Tuhan, let me be Your servant. Let me do Your will. Let me dream about what You want me to do. CIT adalah salah satu mimpi yang Tuhan percayakan pada saya, harus jadi sekolah yang terbaik di dunia.” katanya.
Tentang CIT
Calvin Institute of Technology adalah institusi pendidikan tinggi Kristen yang fokus mendidik generasi penerus dengan landasan iman sekaligus penguasaan mendalam di bidang sains, teknologi, dan bisnis. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi www.calvin.ac.id dan kontak media: mc@calvin.ac.id




