
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Calvin Institute of Technology (CIT) kembali mengadakan kegiatan donor darah untuk yang kesembilan kalinya, bekerja sama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais pada Senin, 23 Februari 2026. Mengambil tema “From One Heart to Another”, agenda rutin ini hadir sebagai aksi kepedulian nyata dari mahasiswa CIT dalam berbagi kasih kepada sesama, khususnya bagi mereka yang sedang membutuhkan transfusi darah.
Sejak pagi hari, peserta mulai berdatangan untuk melakukan registrasi dan menjalani pemeriksaan kesehatan awal sebelum diperbolehkan mendonorkan darah. Antusiasme terlihat meluas, tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga staf, dosen, hingga masyarakat umum yang turut hadir berpartisipasi. Seluruh rangkaian proses donor berlangsung di bawah pengawasan tenaga medis profesional dari RS Kanker Dharmais, memastikan setiap tahap sesuai dengan standar prosedur kesehatan yang berlaku.
Ketua pelaksana, Shannon Callista (IBDA 2024), menyampaikan bahwa partisipasi tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dari 194 orang yang mendaftarkan diri, sebanyak 105 kantong darah berhasil dikumpulkan. Selisih angka tersebut wajar karena setiap calon pendonor wajib melewati skrining ketat yang mencakup kadar hemoglobin, tekanan darah, dan riwayat kesehatan, demi keamanan kedua belah pihak, baik pendonor maupun penerima. Peserta yang belum memenuhi kriteria kesehatan disarankan untuk menjaga kondisi tubuh dan dapat mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.
Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari peran aktif para panitia yang seluruhnya merupakan mahasiswa CIT. Mereka terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari persiapan, registrasi, pengaturan alur peserta, hingga pendampingan selama proses donor berlangsung. Kehadiran panitia yang sigap dan komunikatif turut menciptakan suasana yang nyaman bagi para peserta. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyediakan konsumsi berupa makanan ringan bagi para pendonor usai menyelesaikan sesi donor.
Salah satu peserta, Yeria, mengungkapkan bahwa pengalaman pertamanya mengikuti donor darah memberikan kesan yang beragam.
“Secara pribadi, saya merasakan perpaduan antara rasa tegang dan senang karena ini merupakan pengalaman pertama saya dalam mendonorkan darah. Namun, sejak awal saya mendapatkan arahan yang baik sehingga tidak mengalami kebingungan selama proses berlangsung. Selain itu, saya bertemu dengan tim yang ramah dan membantu mengarahkan saya ke ruangan donor darah dengan lancar. Saya merasa senang karena akhirnya dapat memahami proses donor darah dan turut memberikan kontribusi nyata bagi sesama yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan semangat berbagi yang konsisten, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi banyak orang.
Soli Deo Gloria

