IT and Big Data Analytics (S.Kom.)

Dalam sepuluh tahun ke depan, Program Studi Sarjana IT and Big Data Analytics (S.Kom.) akan memenuhi panggilan Tuhan dengan berperan secara aktif menjawab tantangan dunia Revolusi Industri 4.0. Dengan Information Technology sebagai inti keilmuan, program studi ini mempersiapkan mahasiswa untuk mendalami tiga kekhasan: Computer Technology, Data Science, dan Technopreneurship.

Menekankan pembentukan cara pandang multi-aspektual dan pemahaman interdisipliner yang holistik sebagai kunci untuk menghasilkan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang ada, program studi ini akan mencetak sarjana lulusan yang mampu menyajikan pemecahan masalah (problem solving) secara responsif dengan memanfaatkan teknologi termutakhir. Program studi ini akan diperlengkapi dengan fasilitas Laboratorium Komputer tingkat dasar sampai menengah serta memiliki fasilitas Laboratorium Big Data untuk menopang proses pembelajaran dan penelitian pada bidang IT dan big data.

Lulusan program studi ini umumnya banyak diperlukan oleh perusahaan yang membutuhkan pekerjaan-pekerjaan seperti data scientist, data engineer, dan system integrator dan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan teknologi informasi.

Dalam pengembangannya, program studi diharapkan bisa bekerja sama dengan program studi yang lain, khususnya dengan program studi IoT and Electrical Engineering.

IoT and Electrical Engineering (S.T.)

Program Studi Sarjana IoT and Electrical Engineering (S.T.) akan memainkan peran kunci penghubung berbagai industri masa depan dengan mengembangkan keilmuan yang menghubungkan internet dengan berbagai aspek industri (mechatronics), kesehatan manusia (biomedical engineering), dan berbagai aplikasi IoT itu sendiri. Program studi ini diperlengkapi dengan fasilitas Laboratorium Komputer, Laboratorium Fisika dan Laboratorium IoT and Electrical Engineering tingkat dasar sampai menengah untuk menopang proses pembelajaran dan penelitian pada bidang IoT.

Reformed Liberal Arts Curriculum akan memampukan mahasiswa untuk berpikir secara komprehensif dalam melakukan pemecahan masalah (problem solving). Kurikulum inti program studi dipastikan selaras dengan Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dan the Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dan Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI).

Lulusan program studi ini umumnya banyak diperlukan oleh perusahaan yang membutuhkan pekerjaan-pekerjaan seperti smart system engineer, smart system analyst, dan smart telecommunication engineer, serta pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan IoT dan electrical engineering.

Dalam pengembangannya program studi diharapkan bisa bekerja sama dengan program studi lainnya, khususnya dengan program studi IT and Big Data Analytics.

Chemical and Food Processing (S.T.)

Chemical dan Food and Beverage menjadi dua dari lima sektor yang menjadi pusat pengembangan industri masa depan Indonesia (sumber: “Making Indonesia 4.0,” Kementerian Perindustrian Republik Indonesia). Program studi sarjana Chemical and Food Processing (S.T.) akan mengembangkan keilmuan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dan akan mempersiapkan mahasiswa untuk mampu mendesain dan mengkaji utilisasi teknologi hijau dalam efektivitas proses design, proses transformasi raw material menjadi produk, modifikasi proses, efisiensi operasi, dan optimisasi proses di bidang industri kimia dan pangan, dengan didukung metode pemodelan numerik, optimisasi dan simulasi komputasi yang disertai dengan penguasaan bahasa Inggris baik secara lisan dan tulisan. Program studi ini diperlengkapi dengan fasilitas Laboratorium Komputer, Laboratorium Kimia Umum, dan Laboratorium Chemical and Food Unit Operation tingkat dasar sampai menengah untuk menopang proses pembelajaran dan penelitian.

Di Indonesia, program studi ini adalah program studi pertama yang mengangkat Reformed Liberal Arts sebagai kurikulum dasar dan mengembangkan diatasnya kurikulum inti serta kajian konsentrasi yang dibangun mengacu kepada Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dan standar yang dikembangkan oleh the Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET). Kurikulum Chemical and Food Processing di Calvin memperlengkapi mahasiswa dengan kemampuan berpikir konseptual, detailed-oriented, dan multi-perspectives yang relevan dalam kehidupan.

Lulusan program studi ini umumnya banyak diperlukan oleh perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli seperti process design engineer, product development engineer, dan quality control engineer di bidang industri kimia, bioteknologi, food and beverage, energi, pharmaceutical, specialty chemicals, cosmetics, dan lain sebagainya.

Dalam pengembangannya program studi ini diharapkan bisa bekerja sama dengan program studi lain, khususnya dengan program studi Biomedical Science.

Biomedical Science (S.Si.)

Melalui pendekatan keilmuan Biologi, Program Studi Sarjana Biomedical Science (S.Si.) di Calvin akan mengembangkan tiga kekhasan: Biomedicine, Food Biotechnology, dan Nutrition and Public Health. Pembelajaran genetika, biomolekuler dan patologi klinik yang secara khusus memusatkan perhatian dan usahanya untuk mengeksplorasi stres oksidatif yang terkait dengan berbagai penyakit akan mengarahkan program studi ini untuk mengeluarkan temuan-temuan baru yang dapat menangani berbagai masalah kesehatan manusia. Salah satu cita-cita dari program studi Biomedical Science ini adalah munculnya solusi-solusi yang logis, kreatif, dan inovatif dari berbagai masalah kesehatan yang belum terpecahkan.

Dengan Fondasi Reformed Liberal Arts Curriculum, solusi-solusi tersebut diharapkan akan ikut menggenapi panggilan orang percaya untuk mewujudkan shalom penebusan Tuhan bagi kesehatan masyarakat. Lulusan program studi ini akan memiliki kepekaan atas perubahan yang terjadi di masyarakat, khususnya perubahan kesehatan manusia, dan mampu menjadi agen yang memberikan sumbangsih berdasarkan prinsip dasar iman Reformasi Injili. Untuk mewujudkan cita-cita ini. Program studi ini diperlengkapi dengan empat laboratorium: Laboratorium Biologi Umum, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Cell Culture, dan Laboratorium Genetika.

Lulusan program studi ini akan memiliki kepekaan akan perubahan yang terjadi di masyarakat, khususnya perubahan kesehatan manusia, dan diharapkan akan bekerja di berbagai perusahaan di bidang kesehatan, rumah sakit, klinik, dan laboratorium dengan berperan sebagai geneticist, scientific staff, dan biomedical research staff.

Dalam pengembangannya, program studi ini diharapkan dapat bekerja sama dengan program studi lainnya, khususnya dengan program studi Chemical and Food Processing dan IoT and Electrical Engineering.

Structural and Geotechnical Engineering (S.T.)

Program studi sarjana Structural & Geotechnical Engineering (S.T.) mengintegrasikan rekayasa struktur, geoteknik, dan lingkungan dengan kajian analisa rekayasa gempa dan metode komputasi.

Dengan pertumbuhan kebutuhan sarjana teknik sipil untuk mengimbangi perkembangan kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan seluruh dunia, diharapkan program studi akan menghasilkan sarjana-sarjana yang ikut dalam proses perancangan, konstruksi, dan pemeliharaan bangunan dan lingkungannya termasuk jalan, jembatan, kanal, bendungan, bandara, pelabuhan, dan berbagai fasilitas infrastruktur lainnya. Secara khusus sarjana lulusan program studi ini diharapkan memiliki kemampuan yang lebih di dalam pemahaman rekayasa gempa dan metode komputasi atau simulasi/komputasi numerik. Program studi ini akan diperlengkapi dengan Laboratorium Fluid Mechanics dan Computational Servers Cluster untuk menopang proses pembelajaran dan penelitian simulasi dan komputasi numerik.

Program Studi ini mengembangkan kurikulum yang telah disesuaikan dengan Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), dan American Society of Civil Engineers (ASCE). Lebih lanjut, Reformed Liberal Arts Curriculum yang menjadi dasar dari kurikulum program studi ini akan membentuk mahasiswa dengan kemampuan problem solving interdisipliner serta memiliki disiplin dan kemampuan berkomunikasi, komunikasi verbal dan tulisan, seperti yang diminta oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Lulusan program studi ini pada umumnya akan bekerja sebagai konsultan perencana dan pengawas di bidang civil engineeringinfrastructure, mining, geomechanics, building appraisal, quantity surveyor, dan professional civil engineering staff dalam bidang struktur, geoteknik, sumber daya air, transportasi, dan manajemen konstruksi.

Dalam pengembangannya program studi diharapkan bisa bekerja sama dengan Program Studi lain, khususnya dengan program studi Architectural and Sustainable Design.

Architectural and Sustainable Design (S.Ars.)

Program Studi Sarjana Architectural and Sustainable Design (S.Ars.) akan mengajarkan dan mengembangkan tiga pilar arsitektur: desain arsitektur (architectural design), desain perkotaan (urban design), dan teknologi digital dan keberlanjutan (digital technology and sustainability). Dalam mengembangkan tiga pilar di atas, program studi ini secara khusus memperhatikan kreativitas desain yang berkonsep “think global act local” dan pencapaian efisiensi kinerja yang tinggi melalui proses desain yang lebih komprehensif dan terintegrasi antara berbagai bidang ilmu, sesuatu yang masih menjadi kendala di dalam perkembangan arsitektur dan konstruksi di Indonesia.

Secara khusus dan mendalam, program studi ini akan menitikberatkan green building dan sustainability. Program studi ini juga akan melibatkan tenaga pengajar dari industri, baik lokal maupun internasional, untuk memberikan wawasan yang luas, aplikatif, dan terkini kepada mahasiswa.

Semuanya dengan harapan bahwa program studi ini akan menjadi salah satu yang terbaik dan terdepan dalam meresponi pertumbuhan populasi penduduk Indonesia yang diikuti dengan pertumbuhan kota-kota di Indonesia. Kurikulum yang dikembangkan oleh program studi ini telah disesuaikan dengan Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, International Union of Architects (UIA), Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), National Architectural Accrediting Board (NAAB, Amerika Serikat), dan Korea Architectural Accrediting Board (KAAB, Korea Selatan).

Lulusan program studi ini pada umumnya akan bekerja sebagai architectural junior designer, urban and city designer, dan professional architectural staff dalam berbagai perusahaan swasta maupun instansi pemerintah Indonesia. Namun demikian, sarjana lulusan program studi ini bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan lain yang relevan dengan keahliannya.

Dalam pengembangannya program studi diharapkan bisa bekerja sama dengan Program Studi lain, khususnya dengan program studi Structural & Geotechnical Engineering.

WhatsApp chat