Student Research Fellowship
Student Research Fellowship
STUDENT RESEARCH FELLOWSHIP
Calvin Institute of Technology membuka peluang bagi anak muda yang
memiliki aspirasi untuk berkarier di dalam dunia penelitian untuk bergabung di dalam
Student Research Fellowship (SRF). Program kompetitif ini tersedia di dalam jumlah terbatas
dan hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kualifikasi tinggi. Melalui program SRF,
mahasiswa akan secara intens terlibat dalam riset dosen. Dengan komitmen penelitian
10-24 jam per minggu sampai 4 tahun, mahasiswa diharapkan dapat menerbitkan beberapa
research paper di peer-reviewed journal sebelum kelulusan. Terlebih lagi,
mereka yang bergabung di dalam program SRF ini akan memperoleh
Fellowship Grants senilai Rp66 juta (maksimum).
Vivent Ventilator
Kelompok Riset Ventilator di CIT mengembangkan riset interdisipliner yang mengintegrasikan keahlian di bidang teknik, medis, dan desain. Fokus utama riset ini adalah merancang dan mengembangkan ventilator yang inovatif, efektif, dan terjangkau guna mendukung kebutuhan layanan kesehatan lokal, terutama dalam situasi darurat. Melalui pendekatan kolaboratif dan pengembangan prototipe, riset ini bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian teknologi medis nasional.
Quantum Computing
Kelompok Riset Quantum Computing merupakan wadah riset interdisipliner yang mengintegrasikan keahlian di bidang fisika, matematika, dan ilmu komputer. Fokus utama kelompok ini adalah mengeksplorasi potensi komputasi kuantum untuk memecahkan permasalahan kompleks yang tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan konvensional. Melalui pengembangan algoritma, simulasi, dan kolaborasi riset, kelompok ini berkontribusi dalam mendorong kemajuan teknologi informasi generasi mendatang. Inisiatif ini juga berperan dalam membangun kapasitas riset strategis nasional di ranah sains dan teknologi terdepan.
Drug Discovery
Kelompok Riset Drug Discovery di Calvin Institute of Technology (CIT) mengembangkan riset interdisipliner yang mengintegrasikan bioteknologi, mikrobiologi, dan kecerdasan buatan (AI). Fokus utama riset ini adalah menemukan senyawa bioaktif dari mikroba sebagai kandidat obat baru, dengan memanfaatkan pendekatan komputasi canggih untuk mempercepat proses identifikasi dan analisis. Kolaborasi antara ilmu hayati dan teknologi digital ini membuka peluang bagi pengembangan terapi inovatif yang lebih efisien dan tepat sasaran. Inisiatif ini turut mendorong kemajuan riset kesehatan nasional melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan teknologi.
